Rindu yang Terobati




Setelah 2 bulan terpisah jarak dan waktu dengan kedua orang tua, pertemuan dengan mereka pun terjadi. Aku sebenarnya sudah biasa tidak tinggal dengan bersama, mereka bekerja di luar kota. Tetapi ini berbeda, jarak kami jauh, barat dan selatan Indonesia, terpisah samudra. Apalagi ini untuk 1 tahun, aku menetap disini tidak bisa bisa sembarang meninggalkan tempat.

Ketika harus berjuang sendiri di sebuah desa di pelosok Negeri, hanya ada aku dan BAPAku. Rindu yang dirasa sangat berbeda, ingin sekali rasanya berada ditengah orang-orang yang berada jauh disana, orang tua, kakak adik, kekasih, sahabat, semuanya. Tetapi atas kehendakNya satu persatu rasa rindu ini bisa terobati, ayah dan ibuku hadir disini, mengunjungiku. Jauh mereka datang melintasi udara dan lautan. Bahagia adalah yang kurasakan.

Walau hanya 1 hari tetapi betapa waktu itu sangat berharga. Aku mengajak mereka melihat rumah baruku disini, pemandangan alam yang aku lihat setiap hari, makanan apa yang kumakan, kamar tidur yang kupakai beristirahat, kamar mandi bahkan tetangga dan sampai tempat dimana aku mengajar murid-murid. Tidak lupa aku juga mengajak mereka ke tempat yang dijadikan objek wisata di tanah ini, bersama kami meliat senja yang warna-warni. 24 jam saja rindu ini sedikit demi sedikit terobati, ternyata aku begitu merindukan mereka.

Sampai pada akhirnya aku mengantar ke pelabuhan, mereka harus kembali pulang, kembali dengan pekerjaan dan keseharian. Haru yang tidak mampu aku tahan, tetapi aku berhasil tidak meneteskan air mata ini di depan mereka. Begitu juga aku berharap tidak ada air mata dari mereka. Maka bergegas aku pergi, pamit dan mohon doa dari mereka. Dan dalam perjalananku pulang, kepada Yang Maha Kuasa kunaikan syukur serta permohonan, semoga kedua orang tuaku diberi selalu kesehatan dan kekuatan serta ditibakan dengan selamat sampai ke tempat tujuan. 

Komentar

Postingan Populer