Catatan Perjalanan ke Jepang #1


Haloo! Setelah postingan terakhir 2014. Saya upload tulisan terbaru dan berjanji untuk lebih sering menulis dan bergai cerita disini :)

Saya mulai dengan cerita holiday trip saya dan keluarga ke Negeri Sakura ya. 
Semoga berkenan :)


**

Ini perjalanan trip pertama kami yang paling jauh, bertiga. Iya 6 jam perjalanan di pesawat, 1 hari transit di Kuala Lumpur. Sebelumnya Bangkok 4 jam. Tak ada rencana spesifik saat kami memutuskan berlibur ke Jepang, saat kami membuat itinerary untuk pengajuan visa pun, kami menulisnya masih sebatas formalitas saja. Bahkan sahabat kami disana bertanya “mau liat apa?” “mau kemana aja?” jawaban saya hanya “hari pertama ya ingin sightseeing aja, jalan-jalan, cari kopi enak dan makan sushi”.
Dari situ lalu keluarlah itinerary hari pertama kami (dari seorang teman) :D
Jam 11 bertemu di Ebisu Station, nuker JR pass, makan shusi di Gotanda, main ke Tokyo Toy Museum dan ke Fuglen Coffee Shibuya.

Kami menginap di daerah Ebisu, tidak terlalu banyak turis tapi lokasinya menyenangkan, banyak makanan enak salah satunya Ramen Afuri yang (ternyata) jaraknya hanya 3 menit jalan kaki dari apartemen. Kami menyewa apartemen via Airbnb. Apartemen memang pilihan terbaik jika akan berlibur beberapa hari di Jepang karena harga hotel disana itu cukup mahal, paling tidak untuk budget hotel bisa sekitar 1 juta/malam. Itupun bintang 3 dan kamarnya kecil, kurang cocok jika bepergian dengan keluarga.

Apartemen yang kami sewa pun juga tidak besar, tapi semua fasilitasnya lengkap, dapur, peralatan masak, kulkas, microwave dan juga mesin cuci. Kami sengaja menyewa kamar yang menyediakan mesin cuci agar bisa cuci pakai dan jadinya nggak bawa baju terlalu banyak. Apalagi bepergian dengan anak usia 1,5 tahun, sebisa mungkin mengurangi barang bawaan perintilan supaya lebih leluasa dan nggak repot kalau mesti kemana-mana.

Oiya Ebisu ini bisa jadi pilihan pas buat yang mau stay di Tokyo. Lokasinya strategis, naik JR line udah satu jalur kalau mau ke Shibuya, Harajuku, Shinjuku, dll. Nyaman dan nggak sesek kayak daerah turis lainnya dan banyak tempat makan atau ngopi-ngopi yang enak juga.

Untuk keperluan Adara saya siapkan 1 koper kecil, pakaian secukupnya, mainan secukupnya dan beberapa snack yang ia suka, ditambah baby carrier dan stroller. Stroller yang dibawa ini bisa dilipat ukuran cabin pesawat, beratnya sekitar 4,5 kg. Boleh sambil searching merknya Einhill Armadillo 2.

Satu lagi, untuk yang bepergian bersama anak, jika menggunakan kereta api cari pintu 4 atau 8 ya (ada keterangannya di line antrian) karna akan ada digerbong yang ada seat khusus priority. 



Ok mulai dengan hari pertama dan kedua ya!



DAY 1

Shibuya - Hachiko
Hari pertama. Menurut itinerary (yang dibuatkan temen saya), realisasi 80%, hanya Tokyo Toy Museum yang kami nggak sempat kesana, karena tutupnya jam 3 dan kami cukup lama makan di Gotanda. Dari Gotanda kami langsung ke Shibuya, lihat patung Hachiko dan foto wajib di perempatan Shibuya :D setelah itu kami nyari Flugen Coffee, pakai kekuatan google maps yang dikasih jalan pemandangan yang literally sightseeing dan menyenangkan; rumah, gedung arsitektur Jepang, mini shop dan vending machine yang menggugah dahaga :D
Sampai di Flugen Coffee saya nyobain cinnamon latte, take away terus nungguin anak-anak main sebentar. Jalan lagi nyari nursery room di Muji.
Nah untuk yang bawa bayi atau toodler dan sedang berseliweran di Shibuya bisa cari Muji, nursery room + mini playground ada di lantai 8. Luamayan untuk istriahat sejenak sebelum memulai (window) shopping.

Sebelum balik ke apartemen ada rekomendasi toko khusus perlengkapan bayi dan anak, namanya Akachan Honpo. Semua ada dari pakaian, makanan sampai perintilan yang nggak pernah kebayang dicari semua ada disana, tinggal ketik aja di google maps nama tokonya, “Akachan Honpo” nanti menyesuaikan sama lokasi terdekat. Kalau di Tokyo ada didaerah Gotanda (naik JR Yamanote Line turun distasiun Gotanda, jalan kaki sekitar 12 menit). Lokasinya ada di gedung (maaf lupa namanya) tapi kalau ngikutin maps nggak akan nyasar kok. Bisa sekalian buat bapaknya nyari sepatu, di lantai bawah ada toko ABC Mart—isinya sepatu branded semacam Nike, New Balance, Vans juga ada.

Hari pertama kami diakhiri dengan naik taxi pulang dari Akachan Honpo, belanjaannya lumayan dan Adara pupup, kita perlu segera sampai apartemen. Jadilah makan malamnya ke Lawsen deket rumah beli onigiri dan mie instan ramen ;D

Oiya ke Akachan Honpo paling enak di hari pertama, sekalian nyetok untuk beli snack dan makanan anak buat bekal jalan-jalan.

**

DAY 2

Hari kedua kami mengunjungi Gunung Fuji, kebetulan kami daftar via HIS Tour and Travel. Bisa pilih paketnya. Bapak pilihkan kami yang lengkap, seharian ke 4 tempat sekaligus. Biaya  Per orang sekitar 1,5 juta rupiah sudah termasuk transportasi (naik bus) dan makan siang sekaligus insentif untuk kegiatan yang kami lakukan sepanjang tour.

Keberangkatan dari Shinjuku, kumpul jam 7.15 pagi. Hampir saja kami tertinggal karena JR line baru mulai operasi jam 7.20. Puji Tuhan kami nggak ditinggal, jam 7.30 tepat sampai dan beberapa saat kemudian bus berangkat. Perjalanan ke Gunung Fuji memakan waktu 2,5 jam sampai di ketinggian 2215 m. Mt Fuji World Heritage, jadi disini bisa sightseeing, belanja dan menikmati makanan traditional Fuji. Sayangnya sampai diketinggian ini berkabut jadi kami nggak bisa melihat kemegahan Gunung Fuji. Hanya pada saat di jalan sebelum keluar tol  terlihat pemandangan puncak Gunung Fuji yang tertutup salju.




Lokasi yang di datangi selain Mt Fuji; ada Lake Kawaguchi, lalu ke kebun buah Peach di Yamanashi, metik langsung buahnya dan makan sepuasnya. Kalau mau beli bisa juga, harganya 500 yen (setara 50,000 rupiah) tapi udah dapat sekantong plastik. Kalau di Jakarta mungkin harganya bisa 20.000 1 buah. Setelah dari kebun buah Peach kami lanjut mengunjungi pabrik pembuatan wine. Salah satu wine terbaik di Jepang.  Ini destinasi terakhir dari tour Mt Fuji hari ini. Langsung kembali ke Tokyo.

Tepat jam 18.10 seperti yang diestimasikan saat berangkat, kami sampai di Shinjuku Station. Tadinya mau mampir ke Harajuku karena cuma 1 stasiun dari Shinjuku. Ya berhubung bawaannya lumayan banyak hasil berburu di Fuji, jadilah langsung balik ke Ebisu. Adara pun perlu istirahat setelah seharian di jalan. Memang sih, trip sama toodler itu terbatas waktu dan berapa banyak tempat yang bisa dikunjungi. Perlu mastiin kalau anak kita nggak kecapean dan mengumpulkan lagi energi baru untuk hari berikutnya.

Sambil cari makan malam yang deket-deket aja. Taunya, kita kesampean makan one of the ramen terenak di Jepang, Ramen Afuri. Tempatnya kecil, jadi memang untuk sekedar makan lalu pulang. Tapi pengalamannya itu jadi cerita. Pesan makanannya lewat mesin, makannya barengan sama chefnya masak, pelayannya ramah dan ramennya super enak. Apalagi harganya terjangkau. Perfecto!

Anyway makanan di Jepang masih tergolong murah buat kami, ya kalau dilihat rasa, effort pesen/ngantri dan tempatnya yang nggak biasa. Jadi selalu puas setiap makan. Puji Tuhan :)

Nah buat yang ingin menginap di daerah Ebisu, Ramen Afuri ada disana. Restonya kecil tapi gampang ditemui dan makannya di bar langsung depan chefnya masak. Kalau mau kesana baiknya jangan pas peak hour lunch or dinner. Kami 2 kali kesana, sebelum check out pas jam 11 am masih belum ramai. Saat makan malam hari sebelumnya kami kesana jam 8.00 pm.


 * Noted to us: next time kalau ke Mt Fuji ingin menginap di daerah Fuji-Yoshida atau Lake   Kawaguchi *


Komentar

Postingan Populer