Pelukis Alam
Seluruh alam raya adalah simfoni
agung yang dipimpin oleh Sang Pencipta.
Kutemui kutipan diatas pada
sebuah renungan harian yang ku baca setiap pagi. Seketika membacanya, terhentak
akupun diam. Sambil memandang keluar dari kaca jendela, pagi yang selalu
menawarkan semangatnya untuk kuraih. Dalam diam kuteringat dimana Tuhan selalu mengingatkanku
untuk bersyukur melalui alam ciptaanNya.
Malam itu, ditengah kedinginan
Situ Lembang, duduk bersila diatas rumput yang basah. Seorang sahabat memanggilku
dalam bisiknya, “lihat keatas”. Tanpa
pikir panjang langsung kutengokkan kepala ke atas. Oh Tuhan, terlalu indah Kau pasang bintang-bintang ini di cakrawala.
Aku merasa sangat dekat dengan benda-benda itu terlebih lagi dengan
Penciptanya.
Tidak berhenti Tuhan
mengingatkanku untuk selalu bersyukur. Esok harinya, ketika di dalam hutan,
tidak ada makanan yang dapat disantap. Ternyata Tuhan juga sudah menciptakan
tumbuh-tumbuhan, sudah ada bahkan sebelum manusia diciptakan. Waktu yang sama,
masih siang di dalam hutan, kami ber tujuh membentuk sebuah lingkaran kecil,
berbagi cerita tentang kami dan Yang Maha Agung. Tentang bagaimana kebesaranNya
atas dunia dan manusia. Disaat ini pula Tuhan mengingatkan untuk lagi-lagi
bersyukur pada alam ciptaanNya.
Hari ini, satu tahun dan untuk
selamanya. Tuhan tidak pernah berhenti untuk mengingatkan. Kesempatan luar
biasa yang Ia berikan untuk catatan hidupku. Dimana aku dihadirkan di sudut
terdepan selatan tanah air untuk menyaksikan keindahan atas apa yang diciptakanNya
selama waktu 6 hari lamanya.
Setiap hari saat kaki ini
melangkah, alam selalu menyuguhi keindahannya. Kicauan burung, embun pagi,
panas matahari, senja dan sampai malam yang bertabur bintang. Segala yang dapat
dilihat, dirasakan oleh indera kadang tidak pernah sadar untuk dinsyukuri.
Namun melalui panggilan ini, yaitu melayani sesama lewat tindakan nyata. Tuhan
memberikan kesempatan indah kepadaku, bukan hanya sekedar untuk bersyukur
tetapi juga menikmati. Menikmati karyaNya dengan kehadiran bersama di keluarga
baru, rumah baru, disini.
Itu sudah.
Selamat pagi Tuhan
Tak lupa terima kasih.
Engkau t’lah pelihara
kami setiap hari.
Burung-burung
bernyanyi, matahari bersinar, bertambah-tambah indahnya.
(Lagu yang cukup sering dinyanyikan murid-murid ketika apel
pagi)

Komentar
Posting Komentar