Tuhan itu Adil
Masih, cerita tentang mereka, malaikat-malaikat kecilku.
Setiap kegiatan belajar di sekolah, selalu, yang harus dipersiapkan oleh kami para guru adalah mental disertai fisik yang tangguh. Mengajar mereka membutuhkan tenaga extra, semua di uji, begitu juga dengan emosi.
Aku mengajar kelas Intervensi Dini yang dibagi menjadi 2 kelas, klasikal dan individu. Kelas klasikal beranggotakan 6 murid dan dalam proses belajarnya dibagi jadi 2 sesi, pagi (8:00-10:00) dan siang (10.00-12:00) setiap hari senin, rabu dan jumat. Sedangkan kelas individu, bisa setiap hari diluar jadwal klasikal. Melihat jadwal yang ada, mungkin terlihat biasa, tetapi apa yang aku rasakan, jangan di tanya coba saja.
Sakit kepala, lelah, bosan, jenuh sudah pasti aku rasakan. Namun Tuhan itu Adil, terlalu adil. Ketika aku mulai merasakan aura negatif itu, dalam waktu yang bersamaan, aura positif datang begitu cepat. Rasa lelah, penat berubah mejadi suka cita penuh tawa. Ya, sekedar sebuah jawaban dari seorang murid saat aku bertanya;
A: Ivan, hari apa sekarang? I: mau (yang dimaksudnya adalah HariMau - hewan). Sesederhana itu, tetapi begitu berhasil mengubah jenuh menjadi senyum. Bukankah itu benar, bahwa Tuhan itu Adil. Dibalik kesulitan ternyata ada kebahagiaan tak terkira.

Komentar
Posting Komentar