Kelas Intervensi Dini

Anak usia dini sekitar 4 sampai 6 tahun, itu idealnya. Karena di usia 6 - 6,5 tahun seharusnya sudah duduk di bangku Sekolah Dasar. Berbeda dengan di sini, kelas Intervensi Dini merupakan sekelompok anak yang memerlukan penanganan dini sebelum pada akhirnya mereka benar-benar siap untuk bisa melanjutkan di tingkat SD. Berbicara umur, ya, memang di kelas ini sudah bukan ideal lagi namanya. Mulai dari anak usia 4 tahun sampai 9 tahun pun masih ada di kelas ini. Lalu, pertanyaan bermunculan. Mengapa anak usia 9 tahun masih ada di kelompok kelas usia dini, yang seharusnya sudah duduk di kelas 3 SD?

Sekolah Pantara pada dasarnya merupakan sekolah dengan klasifikasi ABK belajar spesifik. Artinya, mereka yang di terima di SD Pantara adalah anak-anak yang memiliki IQ rata-rata dengan kesulitan belajar spesifik; seperti rentang konsentrasi yang rendah (ADD), hyperaktif (ADHD), kesulitan membaca (Disleksia), menulis (Disgrafia), berhitung (Diskalkulia), Berbahasa (Disfasia). Bedanya dengan kelas Intervensi Dini adalah bahwa kelas ID wajib menerima seluruh karakteristik anak, bukan hanya yang ABK dengan kesulitan belajar spesifik tetapi juga anak-anak dengan karakteristik yang lainnya; Autis, MR (keterbelakangan mental), Indigo, semuanya.. kelas ini tidak punya kriteria khusus. Maka tantangan yang dihadapi juga lebih berat dibandungkan dengan di SD.

3 tahun berada di kelas ini, semua karakteristik anak sudah saya jumpai. Anak yang punya keterbelakangan mental (MR) dengan IQ dibawah rata-rata, autis, indigo, ABK dengan kondisi yang berbeda-beda, bahkan yang memiliki beberapa karekteristik sekaligus dalam dirinya, juga sudah pernah singgah disini. Bayangkan ketika mereka menyatu dalam 1 kelas, kalau tidak punya hati yang kuat, saya yakin tidak banyak orang yang mampu berada di kelas ini. Tenaga, pikiran semua dikerahkan tanpa pernah boleh mengeluh. Murid yang mengamuk sampai melukai fisik, ada. yang tertawa terus-menerus selama kegiatan belajar juga ada, yang hanya melamun dengan dunianya sendiri, tentu saja. yang menangis karena takut dan tidak percaya diri, bersenandung ketika mengerjakan tugas, yang lompat kesana kemari, berbicara sendiri dengan kontak mata yang tidak fokus. Semuanya ada di kelas ini, tanpa terkecuali.

Dibalik karakteristik mereka yang beraneka ragam, kesulitan yang dihadapi dalam membimbing mereka, namun ada banyak hal yang luar biasa, unik dan membahagiakan. Tantangan berat yang dihadapi telah tertutupi dengan keceriaan, kepolosan dan ketulusan mereka dalam mencintai.



Komentar

  1. pak/bu, perkenalkan saya bayu, guru dan tenaga psikologi di sekolah inklusi sahabat alam. kl boleh tahu desain ruang, jumlah guru dan siswa serta program pembelajarannya seperti apa? karena sekolah kami Sahabat Alam Palangkaraya membutuhkan banyak masukkan untuk melaksanakan program kelas intervensi dini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer