Pengharapan adalah si Penolong
Pengharapan adalah karunia yang indah dari Allah, sumber kekuatan dan keberanian dalam menghadapi cobaan-cobaan hidup yang paling keras.
Ketika kita terjebak dalam lorong kesedihan, pengharapan menunjukkan cahaya di ujung sana.
Ketika kita terlalu banyak pekerjaan dan kelelahan, pengharapan memberi kita energi yang segar.
Ketika kita putus asa, pengharapan mengangkat semangat kita.
Ketika kita tergoda untuk berhenti, pengharapan membuat kita terus berjalan.
Ketika kita kehilangan arah dan kebingungan membuat tujuan kita tidak jelas, pengharapan menolong meredakan kepanikan.
Ketika kita bergumul dengan penyakit yang melumpuhkan atau penyakit yang berkepanjangan, pengharapan membantu kita bertahan menanggung rasa sakit.
Ketika kita takut dengan hal terburuk, pengharapan mengingatkan kita bahwa Allah tetap memegang kendali.
Ketika kita harus menanggung akibat dari keputusan yang buruk, pengharapan mendorong pemulihan kita.
Ketika kita sedang menganggur, pengharapan mengatakan bahwa kita masih punya masa depan.
Ketika kita terpaksa hanya duduk dan menunggu, pengharapan memberi kita kesabaran untuk percaya.
Ketika kita merasa ditolak dan ditinggalkan, pengharapan mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian...kita akan berhasil mengatasinya.
Ketika kita mengatakan salam perpisahan terakhir kepada seseorang yang kita kasihi, pengharapan tentang adanya kehidupan setelah kematian membuat kita berhasil mengatasi dukacita kita.
Pendeknya, ketika kehidupan terluka dan impian memudar, tak ada yang menolong seperti pengharapan.
Ketika kita terjebak dalam lorong kesedihan, pengharapan menunjukkan cahaya di ujung sana.
Ketika kita terlalu banyak pekerjaan dan kelelahan, pengharapan memberi kita energi yang segar.
Ketika kita putus asa, pengharapan mengangkat semangat kita.
Ketika kita tergoda untuk berhenti, pengharapan membuat kita terus berjalan.
Ketika kita kehilangan arah dan kebingungan membuat tujuan kita tidak jelas, pengharapan menolong meredakan kepanikan.
Ketika kita bergumul dengan penyakit yang melumpuhkan atau penyakit yang berkepanjangan, pengharapan membantu kita bertahan menanggung rasa sakit.
Ketika kita takut dengan hal terburuk, pengharapan mengingatkan kita bahwa Allah tetap memegang kendali.
Ketika kita harus menanggung akibat dari keputusan yang buruk, pengharapan mendorong pemulihan kita.
Ketika kita sedang menganggur, pengharapan mengatakan bahwa kita masih punya masa depan.
Ketika kita terpaksa hanya duduk dan menunggu, pengharapan memberi kita kesabaran untuk percaya.
Ketika kita merasa ditolak dan ditinggalkan, pengharapan mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian...kita akan berhasil mengatasinya.
Ketika kita mengatakan salam perpisahan terakhir kepada seseorang yang kita kasihi, pengharapan tentang adanya kehidupan setelah kematian membuat kita berhasil mengatasi dukacita kita.
Pendeknya, ketika kehidupan terluka dan impian memudar, tak ada yang menolong seperti pengharapan.

Komentar
Posting Komentar